Bedanya Tahu dan Paham

Yang tahu tentang ilmu agama ini banyak, Cuma yang PAHAM agama sedikit, bahkan hampir tidak ada. Padahal kata Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan padanya, Allah akan Memberikan kepahaman di hatinya terhadap agama”.

Man yuridillahu bihi khairan yufaqqihu fiddiin“.

Faham akan agama,  (yufaqqihu fiddiin)… bukan alim tentang agama (yuallimu fiddin).. Bukan alim tapi paham..

Ada suatu kisah, di Zaman Rasulullah SAW. Masa itu ada seorang sahabat yang baru saja selesai dari majelis RasululahSAW , dia berteriak2 di pasar. Mungkin niatnya hendak  berdakwah,  Dia mengabarkan hadist yang baru saja disabdakan oleh Rasulullah SAW, yaitu :

Barang siapa yang mengucapkan La Ilahaillallah, Masuk Syurga

Kebetulan Sayidina Umar R.A juga sedang ada di pasar ini… Tanpa menunggu waktu lama, Sayidina Umar MENAMPAR sahabat ini.. PLOK!!! Dia pun terdiam setelah itu, dan Sayidina Umar pun diam.

Coba kita pikir baik2 kejadian ini, dan kita renungkankan isi hadist tadi. Kenapa orang yang baru pulang dari majelis bersama Rasulullah SAW dan mengabarkan hadist, malah ditampar oleh Sayidina Umar ?

Ringkasnya, Sayidina Umar melihat Sahabat yg satu ini belum paham. Dan ucapan orang yang belum paham ini berbahaya. Mana ada orang yang karena sekedar mengucapkan “La Ilaha Ilallah” lalu masuk syurga. Hadist Rasulullah itu, BAGI ORANG YANG PAHAM, maksudnya ialah :

“barang siapa mengucapkan betul2 dari hatinya, yakin dengan ucapannya, tercermin dalam semua perbuatannya, dan dia istiqomah dengan jalan hidup itu, sampai dirinya betul2 berubah menjadi manusia yg sesuai dengan kehendak Tuhan, barulah masuk Surga”.

itu maksudnya.

Semua ucapan Seorang Nabi itu mesti diuraikan oleh orang yang paham, sebab maknanya berlapis lapis. Kalau tidak paham, memang berbahaya, dan karena itulah, pada waktu itu, sahabat tadi memang layak ditampar oleh Sayidina Umar.

Contoh lagi, Kita sering membaca hadist, yg isinya ialah “majelis ilmu itu ialah diantara taman taman surga, malaikat menaungkan sayapnya” dan lain lain. Versi panjangnya saya tidak hafal.

Tetapi adakah  taman surga kalau sepulang dari majelis dia kembali lagi pada kelakuan asalnya dan ilmu itu tidak mengubah dirinya ?

Taman surga dan Naungan sayap malaikat baru ada ketika ilmu itu dipahami, dihayati, diamalkan, bermujahadah, istiqomah, sampai akhirnya betul-betul merubah hati dan perilakunya. Mana ada surga instan karena karena hadir majelis ilmu ? Tidak ada. Tetapi siapa yang pernah menerangkan seperti ini ?

Contoh lagi, Kita sering mendengar orang menganjurkan utk zikir. Ada yg zikirnya membaca “Alhamdulillah” sekian kali. Katanya membaca nya sekian2 kali akan mendapat pahala.

Tetapi sebenarnya, pahala itu baru ada setelah kita paham konsekuensi dari “Alhamdulillah”.

Alhamdulillah itu maksudnya “Segala Puji Hanya Bagi Allah”. Konsekuensinya, selain Allah, tidak layak dipuji.  Jadi kalau sehari-hari kita baca Alhamdulillah2, tetapi setiap kita berbuat sesuatu kita masih ingin dipuji, kalau tidak dipuji hati menderita, maka zikir itu tidak ada gunanya. Cuma orang berzikir karena ingin pahala, karena fadhilat, bukan karena Allah.

Kasus koruptor membangun masjid, berkorban, itu juga sama. Sebabnya karena dia mendengar hadist, yg kira2 bunyinya “barangsiapa membangun masjid, akan dibangunkan baginya Rumah di Surga”..  lha apakah membangun masjid itu semata2 membangun fisik masjid ?  Apakah Tuhan itu developer surga di akhirat yang bisa kita sogok dengan benda dunia ? Fisik memang harus di bangun, tetapi yg dinilai oleh Tuhan itu hati yg selalu bersujud..

Hadist, apalagi Quran, ini tidak bisa di terjemahkan secara letterlijk. Apalagi Quran, Quran ini “huda’lil Muttaqin”, petunjuk utk orang bertaqwa, (bukan petunjuk untuk orang awam).  Jika Quran dan Hadist dibaca tetapi tanpa kepahaman, maka begitulah jadinya..

Advertisements

2 thoughts on “Bedanya Tahu dan Paham

  1. Kemauan utk brdzikir adalah hidayah , selepas dzikir masih berbuat dosa adlah ujian,jangan dulu disalahkan , husnudzdzon semoga orang2 yang sudah mau membasahi lisannya dengan dzikir agar hatinya jg subur dengan keimanan…alaa bidzikrillaahi tathmainnul quluub

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s